Ibadah sebagai Ukuran Ketaqwaan Umat

Ada banyak ibadah amaliyah atau ibadah perbuatan yang bisa dilaksanakan oleh umat Muslim sebagai bentuk ketaqwaan mereka terhadap ALLAH. Hukum ibadah dalam Islam juga terbagi menjadi beberapa, dan kali ini kita akan membahas dua jenis hukum ibadah umat Islam. Contohnya adalah ibadah wajib dan ibadah sunnah. Apa pun hukum ibadah itu, tujuan dari ALLAH memerintahkan kita sebagai umatnya untuk senantiasa beribadah kepadaNYA adalah untuk kebaikan kita sendiri. Salah satunya adalah melaksanakan sholat sunnah Tahajud dan membaca niat sholat Tahajud.

Kita sudah diajarkan oleh guru kita bahwa ibadah sunnah adalah ibadah yang jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala, dan bila tidak dilaksanakan tidak akan mendapatkan dosa. Berbeda dengan hukum ibadah sholat wajib yang harus dipenuhi tanpa pengecualian. Akan tetapi, melaksanakan ibadah sunnah justru bisa menjadi tolak ukur dari ketaqwaan seseorang.

Tetap Perhatikan Keutamaan Ibadah

Rajin atau tidaknya seorang umat dalam melaksanakan ibadah sunnah berbanding lurus dengan ketaqwaan mereka. Kita bisa berasumsi bahwa jika seorang Musim yang rajin melaksanakan sholat Tahajud dengan niat sholat Tahajud setiap tengah malam, maka mereka pasti juga melaksanakan sholat wajib. Karena mereka tahu betul tentang kedudukan ibadah itu sendiri, dan juga konsekuensi yang bisa didapatkan jika mengabaikannya.

Mereka yang banyak melaksanakan ibadah sunnah, akan tetapi mengabaikan ibadah wajib, maka mereka akan dimasukkan ke dalam golongan orang yang munafik dan merugi karena telah melakukan dosa besar dengan mengabaikan perintah ALLAH. Kenyataannya banyak orang yang belajar agama akan tetapi salah dalam memahami agama dengan benar. Sehingga banyak amalan-amalan yang justru terbalik keutamaannya, yang sunnah jadi wajib, sedangkan yang wajib jadi sunnah.

Sebaliknya, jika seorang Muslim betul-betul menjaga ibadah wajibnya dan disempurnakan dengan ibadah sunnah, seperti melaksanakan sholat malam dengan niat sholat Tahajud, maka mereka akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat dan akan diberikan oleh ALLAH ketenangan hati serta kemudahan dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ALLAH memerintahkan umatnya untuk beribadah, karena itu untuk kebaikan mereka sendiri.

Related posts: