Kategori Print Kain Secara Tradisional

Masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan print kain ini. Dimana print pada kain ini merupakan pemberian warna, corak, pola dan desain tertentu pada kain. Textile print biasanya digunakan dalam pembuatan kaos, sarung kursi, taplak meja, hijab, scraf, kerudung, kemeja, sarung, kain jarit dan masih banyak lainnya. Kini textile print ini telah banyak digunakan masyarakat bahkan kini telah menjadi trend di masyarakat. Dalam bisnis konveksi pasti textile print sudah menjadi andalan agar omset selalu mengalami peningkatan. Karena textile print ini akan membuat kualitas kain menjadi lebih bagus. Namun kualitas yang dihasilkan ini di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor penting jenis bahan atau kain yang digunakan. Dan ternyata setiap jenis kain memiliki harga print yang berbeda-beda per meternya. Metode print ini ada dua jenis yaitu digital dan tradisional namun kali ini yang akan kita bahas yaitu metode print secara tradisional.

Bagaimana Kategori Print Kain Secara Tradisional?

Print kain secara tradisional ini merupakan cara yang masih sangat sederhana dan masih mempunyai beberapa kekurangan antara lain yaitu caranya atau gayanya yang masih tradisional dan dihasilkan hasil yang tidak sebagus dan serapi dengan menggunakan print secara digital. Ada beberapa kategori gaya printing secara tradisional antara lain:

  1. Printing Tekstil Secara Tidak Langsung

Menggunakan pewarna yang di dalamnya mengandung zat pengental dan mordan serta zat pewarna dimana kombinasi ini bertujuan memperbaiki warna dan pola pada kain.

  1. Resist Dyeing

Dimana gaya ini digunakan lilin pewarna yang kemudian setelah di cetak pada lain kemudian dicelupkan ke dalamnya maka akan memberikan pola tanpa warna.

  1. Print Discharge

Dimana gaya ini adalah sebagai penghapus warna yang menggunakan zat pemutihan.

Pemberian warna, motif, pola, desain atau corak tertentu pada kain ini secara tradisional ini hanya membutuhkan beberapa peralatan yang masih sangat sederhana sehingga dibutuhkan keuletan, ketelitian dan kerajinan yang lebih tinggi agar hasilnya maksimal. Print kain ini ternyata sudah banyak digunakan di Indonesia sejak tahun 1980 an.

Related posts: