Lika-liku Perjalanan Bisnis Si Anak Singkong

Indonesia memang merupakan Negara berkembang di mana sistem perekonomiannya lebih banyak berfokus pada pertanian dan pertambangan. Untuk sektor bisnis sendiri di Indonesia masih mengalami perkembangan hingga saat ini. Namun, bukan berarti Indonesia tidak memiliki pebisnis handal. Sebut saja, bisnis maia Chairul Tanjung yang menguasai banyak anak perusahaan di Indonesia. Si anak singkong yang pantang menyerah, berhasil membangun kerajaan bisnisnya dengan keringat dan jerih payahnya yang luar biasa.

Perjuangan Si Anak Singkong Dari Nol

Kerajaan bisnis maia Chairul Tanjung saat ini menguasai sebagian besar industri hiburan dan perbankan. Kerajaan bisnis tersebut bukanlah merupakan perusahaan keluarga, warisan, atau bahkan pemberian, melainkan bisnis yang dimulai sejak dari nol oleh Si Anak Singkong. Perjuangannya yang luar biasa dalam meniti karir bisnis dijadikan banyak inspirasi oleh banyak orang. Kegagalan dan keuntungan kecil tak menyurutkan semangat Chairul muda yang penuh semangat. Inilah beberapa perjalanan singkat Chairul Tanjung dalam meniti karir semenjak duduk di bangku kuliah.

  1. Membuka usaha fotokopi

Chairul Tanjung berkuliah di jurusan Kedokteran Gigi di UI pada tahun 1981. Chairul muda dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, rajin, dan cerdas. Karena kondisi ekonomi keluarga yang saat itu sedang terpuruk, beliau memutuskan untuk membuka bisnis fotokopi dengan bantuan temannya yang juga memiliki bisnis kecil-kecilan yang sama. Meskipun keuntungan yang didapat dari bisnis tersebut tidaklah besar, namun Chairul tetap menjalaninya dengan tekun.

  1. Membuka bisnis alat kedokteran

Sebagai salah satu mahasiswa kedokteran, Chairul Tanjung tentu saja mengetahui berbagai jenis alat kedokteran. Beliau kemudian mencoba membuka bisnis alat-alat kedokteran semasa kuliah. Sayangnya, usaha tersebut mengalami kebangkrutan karena pengeluaran tak seimbang dengan pemasukan.

  1. Membuka bisnis sepatu

Kegagalan dalam membangun bisnis alat kedokteran tidak menyurutkan semangat Chairul untuk menjalankan bisnis lainnya. Setelah lulus kuliah, beliau memutuskan untuk membangun bisnis sepatu bersama beberapa temannya. Bisnis tersebut dijalankan jauh sebelum beliau memulai bisnis maia Chairul Tanjung. Namun, karena perbedaan visi dan misi, beliau memutuskan untuk membangun bisnisnya sendiri.

Related posts: