Prasasti Cikapundung Sebagai Sejarah Kerajaan Sunda

Berbicara mengenai kerajaan yang berdiri di zaman dahulu, tentunya tidak pernah lepas dari peninggalan yang ada. Biasanya peninggalan-peninggalan kerajaan berupa prasasti atau bangunan bangunan pendopo. Dan kini peninggalan tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Apalagi banyak sekali prasasti yang dibuat sebagai tempat yang sakral dan menjadi tempat wisata sejarah dan edukasi. Salah satu kerajaan yang meninggalkan banyak Prasasti adalah kerajaan Sunda. Dengan kisah sejarah kerajaan Sunda yang sangat unik, membuat banyak orang semakin penasaran dengan peninggalan kerajaan tersebut.

Sejarah Kerajaan Sunda Pada Prasasti Cikapundung

Salah satu peninggalan kerajaan yang sangat familiar di kalangan masyarakat adalah prasasti. Prasasti ini merupakan batu besar yang berisikan tulisan sejarah yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Tulisan ini bisa berupa catatan perjalanan, wasiat, sumpah, atau bahkan peraturan yang ditegakkan pada masa itu. Dan prasasti ini bisa dijadikan sebagai sumber sejarah yang sangat kuat kebenarannya. Dan prasasti ditulis dengan bahasa yang digunakan pada saat itu. Bisa menggunakan bahasa Sansekerta atau bahasa Melayu kuno.

Prasasti yang cukup banyak dikenal oleh orang adalah prasasti cikapundung. Prasasti cikapundung yang merupakan sejarah kerajaan Sunda ini ditemukan oleh warga di sungai cikapundung daerah Bandung saat 2010 lalu. Prasasti ini ditulis dengan huruf Sunda kuno dan diperkirakan ditulis saat abad 14. Ada hal yang paling unik dari Prasasti ini, yakni terdapat gambar bekas telapak tangan, wajah, serta telapak kaki. Dengan keunikan ini maka ada banyak sekali peneliti yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai batu tersebut.

Prasasti ini memiliki ukuran yang cukup panjang yakni sekitar 178 cm. Lebar dari Prasasti ini adalah 80 cm dan tingginya adalah 55 cm. Tulisan yang ada di Prasasti tersebut dibaca “unggal Jagat Jalma hendap”, dimana memiliki arti bahwa setiap manusia yang ada di dunia pasti akan mengalami suatu hal. Hal ini memberi artian bahwasanya manusia pasti akan mendapati suatu hal, baik itu hal buruk maupun hal baik.

Dari isi prasasti cikapundung ini bisa diambil banyak hikmah oleh masyarakat. Dalam prasasti ini menegaskan bahwa manusia harus selalu siap dengan segala sesuatu yang terjadi. Karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi pada diri seseorang itu di masa yang akan datang. Dengan demikian maka setiap orang harus selalu berhati-hati dan berwaspada serta terus berbuat baik. Setiap manusia juga harus menerima apa pun yang menjadi takdir mereka. Prasasti memang salah satu bukti sejarah kerajaan Sunda yang sangat unik.

Related posts: